Gubarakkk!!!! di Pujon Malang

Posted: 10 April 2012 in ::: Otomotif, :::: Renungan

Alhamdulillah sampai saat ini saya dan istri masih diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Alloh SWT, sedikit share ke kawan-kawan.

Ahad tanggal 8 April kemarin kami berdua mendapatkan undangan pernikahan dari kawan semasa kuliah dulu di daerah Kab. Jombang (Kec. Mojoagung tepatnya). Start dari kontrakan jam 08.00 dan sampai di tujuan jam 10.15-an dengan rute yang sering saya lewati, malang-batu (via payung)-pujon-….-sampai jombang. Begitu pula rute yang akan saya lalui saat pulang, yang membedakan adalah dari pujon-batu (via gn.banyak/paralayang-songgoriti). Setelah acara pernikahan selesai dilaksanakan, kami berpamitan ke teman dan orang tua yang mempunyai hajat, mampir sholat dhuhur di masjid daerah ds. mojowarno.

Perjalanan pulang dari Jombang molor dari jadwal semula yang kami perkirakan, karena jam 3 kami berdua punya acara sendiri, istri mau ketemu sama adik, lha saya mau benerin listrik tetangga sebelah. Tapi berhubung sempat kesasar di daerah Wonosalam Kab. Jombang sampai Kandangan Kab. Kediri akhirnya perkiraan waktu meleset semua. Perjalanan dari Wonosalam-Kandangan-Kasembon ditemani hujan ringan sekitar jam 14.00, setelah lepas Kasembon perjalanan lancar tanpa hujan, tetapi bekas hujan masih ada di sepanjang jalan hingga mendekati daerah Pasar Tani (Mantung) sekitar jam 15.00. Sebenarnya niatan untuk berhenti sholat ashar di daerah tersebut (Mantung) sudah muncul, tetapi letak Mushola yang persis dipinggir jalan (tanpa akses parkir) mengurungkan niatan untuk berhenti, dengan asumsi 10 menit kemudian bisa berhenti di masjid besar Kec. Pujon (langganan soalnya).

Skip >> setelah sholat ashar (gak bisa jamaah oh jamaah) jam 15.45, kami lanjutkan riding pelan (kecepatan < 60 km/h jelasnya) karena memasuki daerah pasar dan perkiraan jadwal semula yang sudah tidak nututi, utuk memangkas waktu tempuh saya pikir lebih enak lewat jalur dalam pujon-batu (via gn.banyak/paralayang-songgoriti). Tiba-tiba dari arah berlawanan ada motor matic belok tanpa memberi isyarat (lampu sein), hanya sempat mendengar teriakan istri, yahh… awas….!!!! Rem depan, rem belakang sudah tidak mampu menghentikan motor, karena jarak yang sangat mepet dan brak!!!! HSX dengan sukses mencium dek tengah mio soul, Alhamdulillah istri dan anak yang mengendarai mio soul tidak luka sedikitpun, hanya saya mengalami luka lecet di tulang kering, dagu mrempul, gusi robek karena (mungkin) menatap stang kemudi mio. Oleh masyarakat sekitar saya di papah dari pinggir motor (sempat bediri sebentar tapi langsung bruk gak kuat berdiri). Alhamdulillah masih diberi keselamatan oleh-Nya.

Sekilas oleh-olehnya :

Ya dari kejadian yang saya alami hanyalah sebuah teguran olehNya, agar kita tidak mudah menyepelekan kewajiban kita. Untung masih diberi selamat, jika tidak..?

Jadi tetaplah berkendara dengan nyaman dengan mendahulukan kewajiban kita, nih contoh bikers yang bertaqwa😀

Comments
  1. Thekrim says:

    Ciri khas bangsa Indonesia kang “bangsa yang selalu untung”
    Tabrakan >> untung cuma lecet2
    Tabrakan patah tulang >> untung cuma patah tulang
    Tabrakan meninggal >> untung langsung meninggal, coba kalo sekarat kan lebih ngeri
    Hehehe, just kidding kang.

  2. […] kawan yang kerja di kawasan Cikarang, Jawa Barat tentang kejadian yang saya alami 2 minggu lalu, disini. Berkaca dari kejadian itu (dagu mrempul) saya mengutarakan niat untuk mengganti helm yang saya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s