Silaturahim ke Sumbersekar Dau Malang

Posted: 3 October 2012 in Me

Assalamualaikum..

Sekedar share pengalaman saja. Saat awal berumah tangga, saya awali untuk menempati rumah kontrakan yang ada di desa Sumbersekar, Kec. Dau, Kab. Malang. Terletak hampir 8 km dari tempat saya bekerja. Awal untuk menjadi mandiri saya lakoni berdua dengan istri. Kami tinggal di desa tersebut hampir 2 tahun, tepatnya 1 tahun 7 bulan.

Gambar

pict : googling @http://www.panoramio.com/photo/31862432

Banyak kenangan yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat disana. Ada sosok Mbah Ran dan Mbah Tum yang menjadi sosok orang tua bagi saya saat jauh dari bapak-ibuk, beliau banyak memberi petuah bagi kami berdua. Pak Rus, Pak Manu, Pak Nasir mereka adalah tetangga terdekatku yang banyak saya repotkan ketika kami bekerja atau pulang kampung. Pak RT (Pak Guntur), Pak Jasmanu, Mas Imron, Mas Budi, Mas Fajar, Mas Mul, Mas Rofik mereka adalah sahabat ketika ronda malem minggu hehehe… Pak H. Sarmun, Pak Tulus, Pak Totok, Pak Dul Rohman, Pak Karno jama’ah Masjid Al-Hidayah (meskipun saya sering masbuk :p)

Masih ingat ketika awal bulan menempati, kami diajak untuk sekedar menyaksikan acara bersih desa (semacam karnaval ditambah kesenian lokal macam bantengan), wew menajubkan. Seluruh warga berjubel untuk menyaksikannya. Sempat saya kaget loh kok ada Bantengan segala (semacam reog atau jaranan) yang kadang muncul aura mistiknya. Masih ingat juga suasana pagi, siang, malam di Sumbersekar yang cukup dingin (bila dibandingkan dengan wilayah Malang kota), pagi hai masih sempat melihat kabut turun ketika jalan menuju Masjid, saat pulang bisa melihat samar puncak Gunung Semeru dan kepul asap dari arah Bromo. Siang hingga menjelang sore jika melihat sebelah dari depan rumah nampak hamparan sawah yang sedang berisi entah tomat, bawang, atau padi yang berakhir di Gunung Arjuno. Malam hari bisa mendengar suara jangkrik secara live dan gemricik air di kali kecil kekekeke… Sungguh menyenangkan, Subhanalloh..

Tapi tidak jarang pula kejadian yang mengenaskan terjadi ketika tinggal disana. Musim penghujan adalah saat-saat yang paling berkesan. Ketika hujan mulai turun kami didalam rumah harus sibuk dengan bak-bak untuk menampung curahan air hujan yang masuk kedalam rumah. Setelah hujan reda bisa dipastikan akan ada yang masuk ke dalam rumah, entah itu coro (kecoa), entah itu siput tanpa cangkang hingga lintah (yang terakhir adalah yang paling menggelikan, sampai terbawa mimpi). Pernah suatu ketika hujan turun dengan deras sampai bak penampungan tidak sanggup lagi dan akhirnya air masuk menggenangi seluruh rumah (kerja bakti sampai malem untuk mengeringkan lantai dan karpet). Atau disuguhi cerita yang beraroma mistik dari rumah pojok yang belum ditempati, pernah suatu ketika rumah itu ditempati, pada malamnya ada kejadian aneh. Sapu bergerak-gerak sendiri seolah ada orang yang sedang menggunakan sapu itu untuk membersihkan lantai (cerita ini saya dapat dari orang kedua), dan dengan sukses membuat penghuni langsung keluar dari kontrakan pada esok harinya. Hahaha.. ada-ada saja kejadian selama saya tinggal disana.

Hemm.. Alhamdulillah semalem dan pagi tadi saya sempat untuk kembali ke Sumbersekar untuk menyelesaikan beberapa hal disana, dan saya sempat bertemu dengan tetangga lama Pak Sarbun, Pak Totok, Pak xxx (lupa nama beliau😀 ), Mbah Tum, Pak Manu sekeluarga, Pak Rus dan Mas Rudi, Mas Agus, dan Pak RT. Sungguh menyenangkan bisa sesaat kembali kesana.

Wassalamualaikum..

Comments
  1. Arum says:

    Pak H.Sarmun mungkin yang dimaksud,itu pak le’ ku mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s