Wilayah Pendidikan, Area (tanpa) Peraturan

Posted: 4 October 2012 in :::: Renungan
Tags: ,

Assalamualaikum wr wb..

Sebatas pengalaman yang saya sering jumpai ketika riding berangkat atau pulang kerja, yang selalu melintasi beberapa wilayah kampus yang searah dengan jalur riding, dari kampus Univ. Brawijaya, Univ. Islam Malang, Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Tribuana dan sekolah menengah (SMK PGRI Tlogomas) banyak pemandangan yang menggelitik. Entah itu pengendara (mahasiswa/wi atau umum) yang mengendarai motornya tanpa helm, berboncengan 3 (tanpa helm juga) atau peniadaan piranti berkendara di motor.

sekedar ilustrasi :http://adamnyarihawa.blogdetik.com/2010/12/24/155-ribu-rupiah-mengajarkanku-safety-riding/

Padahal mereka adalah insan yang dikarunai kelebihan nalar untuk bisa berfikir secara sehat, apa manfaat helm, mengapa tidak diperkenankan berboncengan 3 dan apa guna dari lampu sein. Kenyataannya banyak di sekitar tempat menimba ilmu, malah menjadi surga pelanggaran tatatertib (mungkin baru kalah dengan arak2an pawai suporter bola) dalam berkendara. Sempat ingat guyon teman semasa sekolah dulu, “nek ketemu polisi mlayu mlebu kampus wae aman” (kalau bertemu/kena razia lalu lintas polisi lari masuk kampus saja aman. Apakah pelanggaran-pelanggaran yang banyak terjadi di lingkungan area pendidikan merupaka pembenaran dari guyon tersebut? Hahaha.. saya sendiri juga jauh dari kata safety, tapi selalu saya usahakan untuk menggunakan pelindung kepala dalam berkendara.

Wassalamualaikum wr wr..

Comments
  1. touringrider says:

    wahh.. jaman saya dulu kuliah juga gitu.wkwkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s