Archive for the ‘Me’ Category

eks Sumber Kencono, riwayatmu kini…

Posted: 20 February 2015 in Me
Tags:

Bismillah..

Yup, dini hari tadi rejz sempat singgah di terminal bungurasih, sidoarjo setelah selesai nganter istri dan anak mudik ke kudus. Turun dari bus semarang-surabaya, langsung bergegas menuju pool keberangkatan di sisi sebelah timur terminal yang hampir 2 tahun tidak saya singgahi hehe..

sumber-kencono

Suasana pagi dini hari di terminal yang beroperasi 24 jam tersebut, nampak berjajar bus yang siap mengantarkan calon penumpang ke tujuan masing-masing. Rejz berjalan ngeloyor ke pool keberangkatan bus AKDP jurusan malang, yang berarti harus melewati beberapa pool untuk keberangkatan ke kota lainnya. Nampak berjalan pelan, sang pelari tujuan jogja, Sumber Selamat. Sekilas rejz menganggap pelari tersebut hendak pulang ke garasi setelah sprint di trek jogja-surabaya (kalo pulang kok lewat jalur keberangkatan?? kalo pulang kok personilnya lengkap??).

Alhamdulillah di jalur arah malang telah menunggu Panda Ijo dari Restu, langsung duduk di seat belakang sopir. 5 menit dari dalam Panda Ijo, nampak pesaing trek jogja berjalan pelan meninggalkan tempat dengan membawa penumpang kurang dari 10 saja. Pikir saya, wah rejeki banget tuh si Mira dapat penumpang pas keluar terminal (rejeki sudah diatur bos!!). Masih didalam kabin si Panda Ijo yang nampaknya belum mau beranjak, keluar lagi sang pelari jogja. Sugeng Rahayu yang dibalut baju Legacy, nampak melenggang dengan santai tanpa ada penumpang kecuali awak kabin.

Sambil ngantuk, rejz sempat mikir. Apakah para penumpang di trek jogja sekarang banyak yang berpaling dari eks Sumber Kencono yang begitu melegenda? Jujur mulai kecil, waktu mudik dengan orang tua sampai sering mudik sendirian ke klaten, bisa ikut naik di Sumber Kencono dari terminal Ngawi bakal ada rasa senang tersendiri. Entah senang ketika sang legenda meng-OT rival, atau senang dengan gaya ngebut drivernya, embuh.. Tapi setelah seringnya terjadinya kasus kecelakaan, yang berakibat sang legenda harus bergani nama, rasa senang campur bangga ketika naik Sumber Kencono sedikit berkurang dan bertambah dengan rasa khawatir. Khawatir bila hanya bisa merasakan sensasi bersama Sumber Kencono hanya melalui youtube. Khawatir bila besok hanya bisa merasa senang ketika membaca tulisan yang mengulas ketangguhan sang legenda melalui Google. Khawatir bila besok benar-benar Sumber Kencono, Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu hanya tinggal sebuah nama saja.

Advertisements

Kebiasaan Saat Antri di SPBU

Posted: 20 November 2014 in Me

Assalamualaikum wr wb.

Yup saat ini lagi rame bahas naiknya BBM. Ada beberapa kejadian yang sering rejz temui ketika ngantri isi BBM, dan kejadian tersebut ternyata hampir ada di setiap SPBU yang pernah saya singgahi. Apa saja kebiasaan yang sering nampak? Monggo disimak kebiasaan yang sering ada di SPBU waktu kita antri ngisi BBM.

sumber : google

  1. Katanya dukung hemat BBM, pengen irit BBM tapi ngantri isi di SPBU mesin menyala sampe depan nozzle pengisian SPBU.Β  Kebiasaan ini yang sering rejz lihat, mungkin juga rekan yang lain. Mau isi bensin, diΒ  depan masih kurang 5 motor lagi, mesin motor masih tetap dinyalakan sampai depan nozzle. Ya mbok kasihan sama belakangnya yang kena asap knalpot dari motornya. Lagian beratnya seberapa to dorong motor??

  2. Nunggu giliran isi BBM, tetap nangkring di atas sadel (biasnya rider bebek, matic). Bukannya sentimen sama bebek ato matic (saya juga nunggang bebek & matic), kalo motor batangan kan tanki ada di depan ridernya to? Yup meski ada aturan di beberapa SPBU yang mengharuskan customer untuk turun saat pengisian BBM, tapi masih banyak yang cuek bebek duduk diatas sadel sambil nunggu giliran isi bensin. Dan baru turun saat sudah di depan nozzle pengisian BBM.

  3. Selesai isi BBM bukannya majuin motor (buat gantian) malah beres2 di depan nozzle SPBU.
    Nah ini yang bikin jengkel kalo pas lagi buru-buru. Sudah ngantri lama, eehh pas sudah dapat giliran maju ternyata masih ada yang dengan santainya berberes di depan nozzle.

Hehe mungkin itu yang sering saya lihat di beberapa SPBU di sekitaran kota Malang. Monggo kalo mau menambahi πŸ™‚

P200NS nongol di iklan kampanye..

Posted: 4 April 2014 in Me
Tags: , ,

Assalamualaikum wr wb..

Setelah muncul iklan TVC P200NS dengan motor kuning (cek disini), eh ternyata P200NS kuning juga laku dijadikan model kampanye salah satu partai lho. Iklan ini saya lihat pertama kali, tadi malam sekitar jam 20.00an. Waktu lihat cuma bisa nyengir, apa karena warna yang identik sama dengan salah satu partai atau karena hoki saja (secara terlihat 3 motor, 2 ka*asaki dan 1 matic ya*aha) heheh..

Gambar

Monggo penerawangannya πŸ˜€

pict : Pulsar 200NS Indonesia

Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah, akhirnya sempat nulis lagi diblog ini. Yup kali ini coba share tentang kuliner yang pernah saya kunjungi. Rabu malam, saya dan istri sepakat untuk mencoba mie jawa yang ada di samping timur SPBU Jl. Borobudur (depan resto ringin asri) untuk yang ke 3-4 kalinya πŸ˜† .

IMG_20140130_194623

Menu mie yang diwarakan disini ada 2 macam, mie kuah jawa dan mie goreng jawa. Berhubung pingin yang seger, saya pilih yang berkuah (cocok sama suasana malang yang lagi dingin). Cara memasak mie masih menggunakan cara tradisional yakni dengan “areng” / arang (entah dari kayu apa saya nggak tahu) sehingga panas lebih stabil dan merata, cmiiw. Uniknya, setiap kali masakan mie (setiap kali naik penggorengan) hanya untuk 2 porsi saja, nah lo bisa dibayangkan lamanya proses masak kan?

Camera 360

Monggo silahkan coba mampir jika ada kesempatan atau pas lewat Jl. Borobudur, yang jelas anda harus sabar antri ya hehe.. (rekor ngantri ane +- 60 menit) :mrgreen:

Camera 360

Assalamualaikum wr wb..

Melanjutkan cerita di hari pertama kemarin (masih sesi berangkat ke Bali) disini.Β  Mendarat di pelabuhan Ketapang kurang lebih pukul 00.45 wib, bus rombongan masuk terlebih dahulu ke loket. Begitu masuk diparkiran untuk menyebrang dengan kapal fery, ternyata terjadi penumpukan kendaraan yang menuju Bali, maka bus yang semula sudah parkir memutuskan untuk pindah dengan menggunakan kapal tongkang :mrgreen: . Beberapa bus reguler juga memasuki antrian untuk menyebrang dengan kapal tongkang, malam itu tercatat ada Gunung Harta, Medali Mas, Restu Mulya dan beberapa rombongan dari Jawa Tengah, Madu Kismo dan Zentrum merapat.

DSC02018

DSC02019

DSC02017

Hampir selama dua jam, rombongan berada di luar bus (satu jam ngantri penyebrangan dan satu jam untuk penyeberangan dengan KM Elvina. Berhubung ane dan istri tidak kuat (baca: mabok laut) kalau berada di dalam kabin, maka selama perjalanan diputuskan untuk berada di dak atas kapal πŸ˜†

jam 04.00 wita rombongan keluar kapal, Alhamdulillah selamat πŸ˜€ , dan jalan menuju pos pemeriksaan identitas. Ternyata untuk rombongan kami tidak diwajibkan untuk malakukan pemeriksaan identitas, entah sudah dikoordinasikan dengan agen tour atau memang sedang off ? :mrgreen:

Ternyata perjalanan masih jauh sodara-sodara, karena sadar akan keterlambatan tiba di Bali, maka saya gunakan waktu sebaik-baiknya untuk istirahat didalam bus. Bakalan gak ada waktu istirahat di Hotel xixixi.. Tiduran dengan style ayam (merem melek) karena belum sholat subuh (ane sholat didalam kendaraan saja), jam 06.00 wita rombongan berhenti didaerah Bajera untuk break sholat subuh yang kesiangan (perlu dicatat ini) 😦 . Karena tidak ada aktivitas lanjut photo kendaraan yang lewat πŸ˜€

DSC02108

DSC02091

DSC02094

DSC02097

DSC02101

DSC02102

DSC02106DSC02107

Selesai istirahat sejenak, perjalanan dilanjut dengan keadaan yang mulai macet karena bersamaan dengan jam berangkat kerja dan sekolah, so sepanjang jalan cuma nggremet.

07.15 wita baru melewati Kab. Tabanan dengan kondisi jalan yang tetap rame macet, tapi macetnya bisa diobati dengan suasana ijo-ijo dipinggir jalan

DSC02111

DSC02109

<skip>

07.55 wita rombngan masuk Denpasar, dan langsung diarahkan untuk sarapan pagi di RM Bebek Kertalangu. Selesai sarapan dengan menu pecel ala Bali, kami langsung menuju Hotel. Di perjalanan, agen mengabari jika tidak semua kamar hotel yang dipesan bisa digunakan untuk bersih diri, ih ih ih.. hanya ada beberapa kamar saja yang bisa digunakan. Alhamdulillah ternyata peserta yang sudah menikah mendapatkan prioritas memegang kunci (y)

10.45 wita kami baru bisa masuk di Hotel, istirahat sejenak dan bersih diri. Sempat mencoba menghubungi teman yang berdomisili di Denpasar, ternyata sedang pulang ke Jawa πŸ˜† , coba satunya lagi ternyata ada di Denpasar, karena sedang kerja. Tapi belum tahu bisa bertemu tidak, dikarenakan lokasi yang berjauhan xixixi

DSC02232

<skip>

Hilang semua penat selama di bus, sekarang saatnya berkunjung ke lokasi wisata πŸ˜† . Tujuan pertama kami adalah Tanjung Benoa @11.30 wita.

Yup, Tanjung Benoa merupakan tempat wisata pantai, disini kita bisa explore diri (weleh…) mau paralayang monggo, mau banana boat monggo, mau perahu wisata+tempat penangkaran penyu silakan. Berhubung tidak bawa baju ganti, pilihan nomor satu dua tepaksa dicoret, meskipun istri kepengen naik banana boat πŸ˜€ . Yup dengan biaya 50rb/orang tiket naik perahu wisata dan penangkaran penyu ditangan, berangkat…. rrr rrr rrr… (anggap saja suara mesin perahu) :mrgreen:

DSC02128

DSC02125

Bentangan banner xixixi

DSC02135

keliling-keliling penangkaran penyu.. , oiya untuk masuk ke sini pengunjung dikenakan biaya Rp.5000 rupiah, yang katanya untuk biaya perawatan lokasi πŸ™‚

DSC02158

DSC02145

DSC02150

Puas di Tanjung Benoa, rombongan break untuk Sholat dan Makan Siang di RM Kahuripan @14.45wita. Selesai isi tangki masing-masing (makan) lanjut ke obyek selanjutnya..

Garuda Wisnu Kencana kami datang.. Pukul 16.23 wita rombongan kami tiba di lokasi, hemm.. lagi banyak wisatawan rupanya (banyak bus berkumpul πŸ˜€ )

DSC02200

oleh-oleh dari GWN

DSC02216

DSC02166

DSC02167

DSC02207

DSC02208

DSC02209

DSC02210

DSC02211 DSC02212

DSC02214

DSC02215

berhubung lama gak di lanjutkan jadinya lupa, jalan ceritanya.. yasudah dinikmati saja foto bus nya :mrgreen:

Salam.

Assalamualaikum wr wb..

Lanjut cerita tentang perjalanan dadakan malam minggu – malam senin kemarin disini. Servis di AHASS kali ini memang diluar kebiasaan, soalnya ane tinggal di Malang-Bojonegoro. Hanya saja waktu ordo menyentuh 2000+ km sedang di Klaten. Tanya ke sodara, sebenernya ada 2 AHASS yang beroperasi di Delanggu ini, yang pertama di Raya Klaten-Solo dan yang kedua di Raya Delanggu-Cokro. Cari yang “terbesar” dan jatuhlah ke AHASS Asli Motor.

Waktu masuk ke AHASS, wew ajib (minjem istilah aa’). Oke, lanjut daftar ke bagian front office nya. Bilang kalo mau tune up lengkap, ditambah dengan beberapa keluhan antara lain, suara mesin sebelah kanan (kopling) kasar jika di gas rpm tinggi, lampu indikator gir 3 mati dan potong rantai (jika sudah mentok). Nunggu giliran sambil liatin bus AKAP yang keluar masuk di terminal Delanggu dan nonton Film India Om Shanti Om :mrgreen: .

Sampai giliran motor naik ke rak operasi. Meski di ruangan kerja ada tulisan Dilarang Masuk Kecuali Mekanik, bukan berarti saya tidak ikut mantau, lha wong motor ada di rak 1 jadi leluasa melihat dari Ruang Tunggu.

Step yang dilakukan oleh mekanik yang saya lihat :

  1. Menyetel rantai yang kendor + melumasi dengan oli #hedeh. Lumasi tuas rem depan dan rem belakang (tanpa buka bodi)
  2. Stel Kopling kanan sambil di blayer2, blar blar.. (tanpa buka bodi)
  3. Stel Lampu indikator yang mati (buka cover lampu motor dan tutup rantai sebelah kiri) dan ternyata yang menyebabkan mati adalah switch ada yang rusak, sehingga lampu mati. Saya memutuskan tidak usah di perbaiki saja.
  4. Motor turun dari rak operasi.

Lha sesi tune up nya mana??? Datangi mekanik dan coba tanya,

Rejz : “Mas, sudah di stel (tune up) karbu sama klepnya?”

Mekanik : “Sudah mas, sudah selesai semua”

Ketika motor di serahkan ke supervisor untuk di cek keseluruhan baru terlihat kalo memang mesin+karbu belum di servis sama sekali. Suara kemrosok masih terdengar jelas, air yang ada di penampungan filter udara masih full. Langsung bilang ke supervisor kalo mesin dan karbu belum di pegang dan jika tetap tidak ada perbaikan akan saya laporkan ke atasan. Karena pihak supervisor istilahnya hanya mengecek jadi tidak tahu menahu proses servisnya. Akhirnya di sarankan untuk coba tanya ke mekanik lagi,

Rejz (R) : “Mas, saya cuma mau memastikan, beneran sudah di bersihkan karbu dan stel klepnya?”

Mekanik (M) : “Sudah mas, semua sudah sesuai prosedur”

R : “Dari tadi saya lihat dari ruang tunggu kok nggak kelihatan buka bodi motor ya mas?”

M : “Saya cuma buka ini, ini, ini sambil menunjuk bodi kanan, atas depan dan belakang” (padahal jika ingin membuka tutup depan paling tidak harus melepas kunci, tapi kunci tidak pernah keluar dari lobangnya dan tidak ada bekas tangan yang menyentuh bodi -biasanya sehabis servis gupak oli- )

R : “Lha kalo sudah diservis kok air pembuangan di filter udara masih penuh?”

M : (rada bingung) “Itu sudah seperti prosedur yang saya kerjakan mas”

R : “Yasudah kalo gitu mas”

Wis kadung gergetan, langsung saya tinggal pulang (bayar ongkos dulu), sambil pesen ke supervisor kalo kejadian ini bakalan tetep saya laporkan ke atasan, untuk dijadikan evaluasi.

Ternyata tidak menjamin bengkel resmi selalu Jos!!!

Assalamualaikum wr wb.

Minggu kemarin, tepatnya malam minggu jam 22.30 mendadak ada telp dari sodara yang mengabari tentang keadaan yang darurat di klaten. Wah alamat kehabisan bus nih, ijin istri buat motoran ke klatennya. Alhamdulillah malah disarankan begitu πŸ˜†

Berhubung serba keburu, tidak ada niatan untuk melihat ordometer saat berangkat (hanya ingat 51.6xx km -rendah-) dan kondisi tanki full bar -1 strip. Berdoa dulu sebelum berangkat, bismillah..

Trip 1 : (22.45 – 00.30 an)

Malang (landungsari) – Batu – Pujon – Kasembon – Kandangan – Gudo – Papar (nyasar sebentar) – Kertosono – Nganjuk. Isi BBM 20rb di ordometer 51.739 km

Trip 2 : (00.45 – 03.30 an)

Nganjuk – Caruban – (via karangjati -mirip bus patas- πŸ˜† ) Ngawi – Mantingan – Sragen. Istirahat makan sahur dan menunggu sholat subuh. Isi BBM 20rb di ordometer 51.869 km

Trip 3 : (05.00 – 06.30 an) dan (20.00 – 23.16 an)

Sragen – Kebakkramat – Solo (via ringroad utara) – Kartasura – Klaten (Delanggu). Alhamdulillah nyampe tujuan. (skip-skip) Setelah sholat dhuhur lanjut ke Delanggu buat servis rutin 2000km di AHASS ASLI Motor (cerita di AHASS menyusul), pulang lagi ke rumah. Orodometer saat itu menunjuk di 51.931 km. Setelah tarawih sekitar jam 20.00 saya ijin untuk balik ke Malang. Start di ordo 51.931 km. Rute yang dilalui Klaten (Delanggu) – Kartasura – Solo (via ringroad utara) – Sragen – Mantingan – Ngawi (Karangjati). Ordo tercatat di 52.047 km. Nah ini yang bikin ceritanya lain, jarak +- 178 km hanya membutuhkan BBM 20rb untuk top up lagi. (cerita rahasianya nyusul lagi)

Trip 4 : (23.30 – 03.00)

Ngawi (Karangjati) – Caruban – Nganjuk – Pare (via Warujayeng, Ngronggot) – Kandangan – Kasembon – Pujon – Batu – Malang (Rumah Landungsari) ordo menunjuk 52.216 km + 1 hari buat PP kerja, cukup 20rb saja sudah top up.

Review Berkendara :

Saat perjalanan berangkat, Malang – Klaten kondisi badan fresh sehingga betah untuk menggeber di atas 80km/h, bahkan sempat menyentuh 110km/h di jalur Ngawi – Sragen.

Saat perjalanan pulang, kondisi tubuh sudah lelah (istirahat hanya 2 jam, 10.00 – 12.00) sehingga bawaan motor cenderung lebih kalem 60km/h – 80km/h, selain itu ditambah dengan mlihat langsung laka saat di kota Solo (jadi mikir ulang kalo ngebut). Tapi saat di Pare – Malang hal tersebut tidak berlaku :mrgreen: )

Review BBM :

Asumsi kilometer yang ditempuh (start awal dari Malang 51.616, Nganjuk 51.739, Sragen 51.869). (start awal dari Klaten 51.931, Ngawi 52.047 dan Malang 52.216)

Asumsi BBM yang digunakan (start awal Malang 3ltr (kondisi full bar -1 strip), Nganjuk 3ltr, Sragen 3ltr, Ngawi 3ltr).

Hitung-hitungan kasarnya (52.216 – 51.616) / (3 liter x 4) = 600 / 12 liter = 50km/liter

Sekian testnya kali ini, terimakasih dan Wassalam..

*foto bukti otentik menyusul ya..

Assalamu’alaikum..

Tidak terasa sudah hampir dua minggu acara plesiran tempat kerja berlalu, berangkat jum’at pulang senin dini hari dan sekarang sudah kamis (malem jum’at) lagi :mrgreen: . Acara plesiran kali ini sebagai pisah kenang buat pimpinan di tempat kerja saya, yang per 31 Mei berakhir masa tugasnya, jadi biar lebih berkesan dibikinlah acara semacam ini.

<skip>

Jum’at tanggal 3 mei 2013 pukul 15.00 setelah selesai sholat ashar, kami (ane dan istri) bertolak dari rumah menuju tikum di KPRI UB, sempat melewati rumah teman sejawat yang ternyata tidak bisa mengikuti acara ini karena sedang ada musibah (semoga keluarga diberi ketabahan pak). 15 menit kemudian, saya tiba di tikum. Wuih pemandangan baru, ventura merah dari Medali Mas :mrgreen: , sempat mikir juga biasanya kalo kegiatan dikampus selalu menggunakan Ijo-ijo dari Bali..Β  ah sudahlah (#babecabita) yang penting josh.. Ternyata 3 armada yang bakalan di pake adalah 2 New Marco dan 1 Ventura by Morodadi Prima semua bermesin Hino RK.

DSC02026

DSC02027

Jam tangan menunjukkan pukul 15.45 rombongan diberangkatkan menuju Bali. Bus III yang kami tumpangi, dikomandoi oleh mas Mul (driver), mas Bondan (kenek) dan mas Agus (TL).Β Perjalanan sore kali ini diwarnai hiruk pikuk kendaraan yang akan out ke malang, nampak dari fly over A. Yani kendaraan merayap.

DSC02041

Turun dari fly over A.Yani rombongan langsung disambut kemacetan hingga lepas TL Karanglo. Iring-iringan rombongan 3 Medali Mas, sempat berpapasan dengan 2 Big Bus Kosayu yang bari rilis dari Adi Putro sore itu

DSC02048

DSC02039

DSC02040

rupanya sadar kamera kru nya πŸ™‚

Selama perjalanan lempeng-lempeng saja, cuma risih ketika kena blong si Ventura πŸ˜† (rupanya driver pengalaman, ketahuan di pantura pasuruan probolinggo)

DSC02052

suasana fly over lawang

<skip>

17.30 Masuk Pasutuan, mampir di Warungdowo untuk jemput rekan kerja yang berdomisili disana. Mulai di pasuruan bus yang kami tumpangi tercecer jauh dengan bus I dan II, mungkin driver sengaja nyimpen buat atraksi di pantura timur.

18.00-an lepas kota pasuruan, bus jalan sendirian (ketinggalan rombongan) cuma vs bus-bus lokalan jatim, beberapa AKAP tujuan timur dan rombongan parwis yang sama menuju ke Bali. Ternyata sore itu jalanan nampak ramai oleh konvoi TNI yang selesai melakukan latihan perang di daerah Situbondo yang di hadiri RI1.

18.30 Masuk RM Tongas untuk Sholat Magrib Isya (jama’) dan makan malam, wew ternyata ada banyak bus yang singgah saat itu, termasuk bus operasional TNI xixixixi

DSC02071

DSC02070

Selesai istirahat di RM. Tongas, rombongan lanjut ke timur, kali ini posisi bus adalah rombongan III, rombongan I, dan rombongan II. Baru beberapa menit menginjak aspal pantura rombongan bus I dan II langsung blong kanan, walah.. kalah lagi

DSC02058

Tapi tidak berselang lama, bus I mengalami troubel sehingga harus menepi xixixixi.. Jalanan malam kali ini benar-benar padet, karena rombongan TNI yang “pulang” dari Situbondo juga banyak, sampai-sampai untuk memecah kamacetan masuk Kota Probolinggo kendaraan roda 4 atau lebih harus melalui pesisir pelabuhan Probolinggo.

DSC02083

21.15 melewati PLTU Paiton (lewat lagi setelah hampir 10 tahun), lagi-lagi masih berpapasan dengan rombongan TNI. Kali ini yang lewat adalah truk pengangkut tank yang meliuk-liuk di bukit sekitar paiton wew manteb..

22.00-an rombongan mendapatkan tamu, kali ini adalah Gunung Harta Ijo Continental, iring-iringan beberapa saat GH Continental kena centang di daerah Bungatan, karena mau masuk ke Rumah Makan. Nampaknya malam itu banyak bus-bus yang terjebak macet akibat iring-iringan kedaraan TNI, tercatat ada Karya Jasa, OBL dan PK malam itu.

22.30-an memasuki kawasan Kabupaten Situbondo. Kembali melaju sendirian dibelakang Ventura (bus II) dan di depan Nu Marco (bus I), tanpa ampun Bus III langsung kena centang oleh sosok bus warna merah. Ternyata adalah Guntung Harta, tapi entah trayek mana. Di dapan terlihat GH merah sedang duel dengan ventura yang memang ngejos dari awal.

23.15 rombongan break di Pom Asembagus Situbondo,

DSC02022

bus III dan CP

DSC02021

bus II dan bus I lagi nyolar

Selesai nyolar rombongan masuk aspal panas lagi, tapi badan cukup lelah akhirnya istirahat. Merem melek, di daerah TN Baluran rombongan sempat di blong oleh Zentrum, Madu Kismo dan duel dengan Titian Mas hingga sampai di Pelabuhan Ketapang sekitar jam 00.45.

(bersambung…)

GambarAssalamualikum..

Alhamdulillah akhirnya bisa menepati janji untuk turut hadir dalam kegiatan Baksos kali ini. Terima kasih untuk rekan-rekan dari jatimotoblog yang memperkenankan saya untuk turut serta dalam kegiatan ini. <skip saja menuju tikumnya>

Gambar

Momen ini adalah pengalaman pertama saya bertemu dengan bloger dan komentator di wilayah Jawa Timur (intinya baksos sekalian kopdar πŸ˜€ ). Berangkat dari penginapan di daerah Arjosari sekitar pukul 09.00 beberapa kali motor saya mengalami trouble (ternyata ada soket yang oblak) beruntung bisa segera diatasi, alhamdulillah.. Perjalanan diteruskan menuju Bululawang, di tengah perjalanan rombongan mampir sebentar di minimarket, disini telah menunggu kang TR (kasihan sudah menunggu lama). Perjalanan dilanjutkan langsung ke Bululawang untuk membeli paket sembako yang nantinya akan di sumbangkan ke lokasi Panti Asuhan.

Gambar

Selesai membeli sembako dan droping ke lokasi, kami lanjutkan ke Turen untuk wisata religi :mrgreen:, tapi sebelumnya isi perut dan sholat terlebih dahulu πŸ™‚

Selesai dari Turen, kita kembali ke lokasi untuk bertemu langsung dengan pengurus Panti Asuhan untuk menyerahkan sumbangan dari rekan semua. Alhamdulillah, agenda hari ini selesai dengan lancar.

Injeksi

Posted: 27 April 2013 in Me
Tags: , ,

Assalamualaikum..

Kuno kalo saat ini nggak pake injeksi.. Haha bagitulah kendaraan saat ini diciptakan, semua berlomba untuk menggantikan sistem pembakaran dari karburator ke injeksi. Tetapi tetap saja kendaraan menggunakan BBM dan jumlah peredarannya tiap tahun semakin bertambah.

Sebenarnya teknologi Injeksi sudah lama ada, bahkan sebelum kendaraan dengan BBM digunakan. Mosook? lho ndak percaya, nih saya beri buktinya lanjutnya…