Assalamualaikum wr wb..

Melanjutkan cerita di hari pertama kemarin (masih sesi berangkat ke Bali) disini.Β  Mendarat di pelabuhan Ketapang kurang lebih pukul 00.45 wib, bus rombongan masuk terlebih dahulu ke loket. Begitu masuk diparkiran untuk menyebrang dengan kapal fery, ternyata terjadi penumpukan kendaraan yang menuju Bali, maka bus yang semula sudah parkir memutuskan untuk pindah dengan menggunakan kapal tongkang :mrgreen: . Beberapa bus reguler juga memasuki antrian untuk menyebrang dengan kapal tongkang, malam itu tercatat ada Gunung Harta, Medali Mas, Restu Mulya dan beberapa rombongan dari Jawa Tengah, Madu Kismo dan Zentrum merapat.

DSC02018

DSC02019

DSC02017

Hampir selama dua jam, rombongan berada di luar bus (satu jam ngantri penyebrangan dan satu jam untuk penyeberangan dengan KM Elvina. Berhubung ane dan istri tidak kuat (baca: mabok laut) kalau berada di dalam kabin, maka selama perjalanan diputuskan untuk berada di dak atas kapal πŸ˜†

jam 04.00 wita rombongan keluar kapal, Alhamdulillah selamat πŸ˜€ , dan jalan menuju pos pemeriksaan identitas. Ternyata untuk rombongan kami tidak diwajibkan untuk malakukan pemeriksaan identitas, entah sudah dikoordinasikan dengan agen tour atau memang sedang off ? :mrgreen:

Ternyata perjalanan masih jauh sodara-sodara, karena sadar akan keterlambatan tiba di Bali, maka saya gunakan waktu sebaik-baiknya untuk istirahat didalam bus. Bakalan gak ada waktu istirahat di Hotel xixixi.. Tiduran dengan style ayam (merem melek) karena belum sholat subuh (ane sholat didalam kendaraan saja), jam 06.00 wita rombongan berhenti didaerah Bajera untuk break sholat subuh yang kesiangan (perlu dicatat ini) 😦 . Karena tidak ada aktivitas lanjut photo kendaraan yang lewat πŸ˜€

DSC02108

DSC02091

DSC02094

DSC02097

DSC02101

DSC02102

DSC02106DSC02107

Selesai istirahat sejenak, perjalanan dilanjut dengan keadaan yang mulai macet karena bersamaan dengan jam berangkat kerja dan sekolah, so sepanjang jalan cuma nggremet.

07.15 wita baru melewati Kab. Tabanan dengan kondisi jalan yang tetap rame macet, tapi macetnya bisa diobati dengan suasana ijo-ijo dipinggir jalan

DSC02111

DSC02109

<skip>

07.55 wita rombngan masuk Denpasar, dan langsung diarahkan untuk sarapan pagi di RM Bebek Kertalangu. Selesai sarapan dengan menu pecel ala Bali, kami langsung menuju Hotel. Di perjalanan, agen mengabari jika tidak semua kamar hotel yang dipesan bisa digunakan untuk bersih diri, ih ih ih.. hanya ada beberapa kamar saja yang bisa digunakan. Alhamdulillah ternyata peserta yang sudah menikah mendapatkan prioritas memegang kunci (y)

10.45 wita kami baru bisa masuk di Hotel, istirahat sejenak dan bersih diri. Sempat mencoba menghubungi teman yang berdomisili di Denpasar, ternyata sedang pulang ke Jawa πŸ˜† , coba satunya lagi ternyata ada di Denpasar, karena sedang kerja. Tapi belum tahu bisa bertemu tidak, dikarenakan lokasi yang berjauhan xixixi

DSC02232

<skip>

Hilang semua penat selama di bus, sekarang saatnya berkunjung ke lokasi wisata πŸ˜† . Tujuan pertama kami adalah Tanjung Benoa @11.30 wita.

Yup, Tanjung Benoa merupakan tempat wisata pantai, disini kita bisa explore diri (weleh…) mau paralayang monggo, mau banana boat monggo, mau perahu wisata+tempat penangkaran penyu silakan. Berhubung tidak bawa baju ganti, pilihan nomor satu dua tepaksa dicoret, meskipun istri kepengen naik banana boat πŸ˜€ . Yup dengan biaya 50rb/orang tiket naik perahu wisata dan penangkaran penyu ditangan, berangkat…. rrr rrr rrr… (anggap saja suara mesin perahu) :mrgreen:

DSC02128

DSC02125

Bentangan banner xixixi

DSC02135

keliling-keliling penangkaran penyu.. , oiya untuk masuk ke sini pengunjung dikenakan biaya Rp.5000 rupiah, yang katanya untuk biaya perawatan lokasi πŸ™‚

DSC02158

DSC02145

DSC02150

Puas di Tanjung Benoa, rombongan break untuk Sholat dan Makan Siang di RM Kahuripan @14.45wita. Selesai isi tangki masing-masing (makan) lanjut ke obyek selanjutnya..

Garuda Wisnu Kencana kami datang.. Pukul 16.23 wita rombongan kami tiba di lokasi, hemm.. lagi banyak wisatawan rupanya (banyak bus berkumpul πŸ˜€ )

DSC02200

oleh-oleh dari GWN

DSC02216

DSC02166

DSC02167

DSC02207

DSC02208

DSC02209

DSC02210

DSC02211 DSC02212

DSC02214

DSC02215

berhubung lama gak di lanjutkan jadinya lupa, jalan ceritanya.. yasudah dinikmati saja foto bus nya :mrgreen:

Salam.

Assalamualaikum wr wb..

Lanjut cerita tentang perjalanan dadakan malam minggu – malam senin kemarin disini. Servis di AHASS kali ini memang diluar kebiasaan, soalnya ane tinggal di Malang-Bojonegoro. Hanya saja waktu ordo menyentuh 2000+ km sedang di Klaten. Tanya ke sodara, sebenernya ada 2 AHASS yang beroperasi di Delanggu ini, yang pertama di Raya Klaten-Solo dan yang kedua di Raya Delanggu-Cokro. Cari yang “terbesar” dan jatuhlah ke AHASS Asli Motor.

Waktu masuk ke AHASS, wew ajib (minjem istilah aa’). Oke, lanjut daftar ke bagian front office nya. Bilang kalo mau tune up lengkap, ditambah dengan beberapa keluhan antara lain, suara mesin sebelah kanan (kopling) kasar jika di gas rpm tinggi, lampu indikator gir 3 mati dan potong rantai (jika sudah mentok). Nunggu giliran sambil liatin bus AKAP yang keluar masuk di terminal Delanggu dan nonton Film India Om Shanti Om :mrgreen: .

Sampai giliran motor naik ke rak operasi. Meski di ruangan kerja ada tulisan Dilarang Masuk Kecuali Mekanik, bukan berarti saya tidak ikut mantau, lha wong motor ada di rak 1 jadi leluasa melihat dari Ruang Tunggu.

Step yang dilakukan oleh mekanik yang saya lihat :

  1. Menyetel rantai yang kendor + melumasi dengan oli #hedeh. Lumasi tuas rem depan dan rem belakang (tanpa buka bodi)
  2. Stel Kopling kanan sambil di blayer2, blar blar.. (tanpa buka bodi)
  3. Stel Lampu indikator yang mati (buka cover lampu motor dan tutup rantai sebelah kiri) dan ternyata yang menyebabkan mati adalah switch ada yang rusak, sehingga lampu mati. Saya memutuskan tidak usah di perbaiki saja.
  4. Motor turun dari rak operasi.

Lha sesi tune up nya mana??? Datangi mekanik dan coba tanya,

Rejz : “Mas, sudah di stel (tune up) karbu sama klepnya?”

Mekanik : “Sudah mas, sudah selesai semua”

Ketika motor di serahkan ke supervisor untuk di cek keseluruhan baru terlihat kalo memang mesin+karbu belum di servis sama sekali. Suara kemrosok masih terdengar jelas, air yang ada di penampungan filter udara masih full. Langsung bilang ke supervisor kalo mesin dan karbu belum di pegang dan jika tetap tidak ada perbaikan akan saya laporkan ke atasan. Karena pihak supervisor istilahnya hanya mengecek jadi tidak tahu menahu proses servisnya. Akhirnya di sarankan untuk coba tanya ke mekanik lagi,

Rejz (R) : “Mas, saya cuma mau memastikan, beneran sudah di bersihkan karbu dan stel klepnya?”

Mekanik (M) : “Sudah mas, semua sudah sesuai prosedur”

R : “Dari tadi saya lihat dari ruang tunggu kok nggak kelihatan buka bodi motor ya mas?”

M : “Saya cuma buka ini, ini, ini sambil menunjuk bodi kanan, atas depan dan belakang” (padahal jika ingin membuka tutup depan paling tidak harus melepas kunci, tapi kunci tidak pernah keluar dari lobangnya dan tidak ada bekas tangan yang menyentuh bodi -biasanya sehabis servis gupak oli- )

R : “Lha kalo sudah diservis kok air pembuangan di filter udara masih penuh?”

M : (rada bingung) “Itu sudah seperti prosedur yang saya kerjakan mas”

R : “Yasudah kalo gitu mas”

Wis kadung gergetan, langsung saya tinggal pulang (bayar ongkos dulu), sambil pesen ke supervisor kalo kejadian ini bakalan tetep saya laporkan ke atasan, untuk dijadikan evaluasi.

Ternyata tidak menjamin bengkel resmi selalu Jos!!!

Assalamualaikum wr wb.

Minggu kemarin, tepatnya malam minggu jam 22.30 mendadak ada telp dari sodara yang mengabari tentang keadaan yang darurat di klaten. Wah alamat kehabisan bus nih, ijin istri buat motoran ke klatennya. Alhamdulillah malah disarankan begitu πŸ˜†

Berhubung serba keburu, tidak ada niatan untuk melihat ordometer saat berangkat (hanya ingat 51.6xx km -rendah-) dan kondisi tanki full bar -1 strip. Berdoa dulu sebelum berangkat, bismillah..

Trip 1 : (22.45 – 00.30 an)

Malang (landungsari) – Batu – Pujon – Kasembon – Kandangan – Gudo – Papar (nyasar sebentar) – Kertosono – Nganjuk. Isi BBM 20rb di ordometer 51.739 km

Trip 2 : (00.45 – 03.30 an)

Nganjuk – Caruban – (via karangjati -mirip bus patas- πŸ˜† ) Ngawi – Mantingan – Sragen. Istirahat makan sahur dan menunggu sholat subuh. Isi BBM 20rb di ordometer 51.869 km

Trip 3 : (05.00 – 06.30 an) dan (20.00 – 23.16 an)

Sragen – Kebakkramat – Solo (via ringroad utara) – Kartasura – Klaten (Delanggu). Alhamdulillah nyampe tujuan. (skip-skip) Setelah sholat dhuhur lanjut ke Delanggu buat servis rutin 2000km di AHASS ASLI Motor (cerita di AHASS menyusul), pulang lagi ke rumah. Orodometer saat itu menunjuk di 51.931 km. Setelah tarawih sekitar jam 20.00 saya ijin untuk balik ke Malang. Start di ordo 51.931 km. Rute yang dilalui Klaten (Delanggu) – Kartasura – Solo (via ringroad utara) – Sragen – Mantingan – Ngawi (Karangjati). Ordo tercatat di 52.047 km. Nah ini yang bikin ceritanya lain, jarak +- 178 km hanya membutuhkan BBM 20rb untuk top up lagi. (cerita rahasianya nyusul lagi)

Trip 4 : (23.30 – 03.00)

Ngawi (Karangjati) – Caruban – Nganjuk – Pare (via Warujayeng, Ngronggot) – Kandangan – Kasembon – Pujon – Batu – Malang (Rumah Landungsari) ordo menunjuk 52.216 km + 1 hari buat PP kerja, cukup 20rb saja sudah top up.

Review Berkendara :

Saat perjalanan berangkat, Malang – Klaten kondisi badan fresh sehingga betah untuk menggeber di atas 80km/h, bahkan sempat menyentuh 110km/h di jalur Ngawi – Sragen.

Saat perjalanan pulang, kondisi tubuh sudah lelah (istirahat hanya 2 jam, 10.00 – 12.00) sehingga bawaan motor cenderung lebih kalem 60km/h – 80km/h, selain itu ditambah dengan mlihat langsung laka saat di kota Solo (jadi mikir ulang kalo ngebut). Tapi saat di Pare – Malang hal tersebut tidak berlaku :mrgreen: )

Review BBM :

Asumsi kilometer yang ditempuh (start awal dari Malang 51.616, Nganjuk 51.739, Sragen 51.869). (start awal dari Klaten 51.931, Ngawi 52.047 dan Malang 52.216)

Asumsi BBM yang digunakan (start awal Malang 3ltr (kondisi full bar -1 strip), Nganjuk 3ltr, Sragen 3ltr, Ngawi 3ltr).

Hitung-hitungan kasarnya (52.216 – 51.616) / (3 liter x 4) = 600 / 12 liter = 50km/liter

Sekian testnya kali ini, terimakasih dan Wassalam..

*foto bukti otentik menyusul ya..

Assalamu’alaikum..

Tidak terasa sudah hampir dua minggu acara plesiran tempat kerja berlalu, berangkat jum’at pulang senin dini hari dan sekarang sudah kamis (malem jum’at) lagi :mrgreen: . Acara plesiran kali ini sebagai pisah kenang buat pimpinan di tempat kerja saya, yang per 31 Mei berakhir masa tugasnya, jadi biar lebih berkesan dibikinlah acara semacam ini.

<skip>

Jum’at tanggal 3 mei 2013 pukul 15.00 setelah selesai sholat ashar, kami (ane dan istri) bertolak dari rumah menuju tikum di KPRI UB, sempat melewati rumah teman sejawat yang ternyata tidak bisa mengikuti acara ini karena sedang ada musibah (semoga keluarga diberi ketabahan pak). 15 menit kemudian, saya tiba di tikum. Wuih pemandangan baru, ventura merah dari Medali Mas :mrgreen: , sempat mikir juga biasanya kalo kegiatan dikampus selalu menggunakan Ijo-ijo dari Bali..Β  ah sudahlah (#babecabita) yang penting josh.. Ternyata 3 armada yang bakalan di pake adalah 2 New Marco dan 1 Ventura by Morodadi Prima semua bermesin Hino RK.

DSC02026

DSC02027

Jam tangan menunjukkan pukul 15.45 rombongan diberangkatkan menuju Bali. Bus III yang kami tumpangi, dikomandoi oleh mas Mul (driver), mas Bondan (kenek) dan mas Agus (TL).Β Perjalanan sore kali ini diwarnai hiruk pikuk kendaraan yang akan out ke malang, nampak dari fly over A. Yani kendaraan merayap.

DSC02041

Turun dari fly over A.Yani rombongan langsung disambut kemacetan hingga lepas TL Karanglo. Iring-iringan rombongan 3 Medali Mas, sempat berpapasan dengan 2 Big Bus Kosayu yang bari rilis dari Adi Putro sore itu

DSC02048

DSC02039

DSC02040

rupanya sadar kamera kru nya πŸ™‚

Selama perjalanan lempeng-lempeng saja, cuma risih ketika kena blong si Ventura πŸ˜† (rupanya driver pengalaman, ketahuan di pantura pasuruan probolinggo)

DSC02052

suasana fly over lawang

<skip>

17.30 Masuk Pasutuan, mampir di Warungdowo untuk jemput rekan kerja yang berdomisili disana. Mulai di pasuruan bus yang kami tumpangi tercecer jauh dengan bus I dan II, mungkin driver sengaja nyimpen buat atraksi di pantura timur.

18.00-an lepas kota pasuruan, bus jalan sendirian (ketinggalan rombongan) cuma vs bus-bus lokalan jatim, beberapa AKAP tujuan timur dan rombongan parwis yang sama menuju ke Bali. Ternyata sore itu jalanan nampak ramai oleh konvoi TNI yang selesai melakukan latihan perang di daerah Situbondo yang di hadiri RI1.

18.30 Masuk RM Tongas untuk Sholat Magrib Isya (jama’) dan makan malam, wew ternyata ada banyak bus yang singgah saat itu, termasuk bus operasional TNI xixixixi

DSC02071

DSC02070

Selesai istirahat di RM. Tongas, rombongan lanjut ke timur, kali ini posisi bus adalah rombongan III, rombongan I, dan rombongan II. Baru beberapa menit menginjak aspal pantura rombongan bus I dan II langsung blong kanan, walah.. kalah lagi

DSC02058

Tapi tidak berselang lama, bus I mengalami troubel sehingga harus menepi xixixixi.. Jalanan malam kali ini benar-benar padet, karena rombongan TNI yang “pulang” dari Situbondo juga banyak, sampai-sampai untuk memecah kamacetan masuk Kota Probolinggo kendaraan roda 4 atau lebih harus melalui pesisir pelabuhan Probolinggo.

DSC02083

21.15 melewati PLTU Paiton (lewat lagi setelah hampir 10 tahun), lagi-lagi masih berpapasan dengan rombongan TNI. Kali ini yang lewat adalah truk pengangkut tank yang meliuk-liuk di bukit sekitar paiton wew manteb..

22.00-an rombongan mendapatkan tamu, kali ini adalah Gunung Harta Ijo Continental, iring-iringan beberapa saat GH Continental kena centang di daerah Bungatan, karena mau masuk ke Rumah Makan. Nampaknya malam itu banyak bus-bus yang terjebak macet akibat iring-iringan kedaraan TNI, tercatat ada Karya Jasa, OBL dan PK malam itu.

22.30-an memasuki kawasan Kabupaten Situbondo. Kembali melaju sendirian dibelakang Ventura (bus II) dan di depan Nu Marco (bus I), tanpa ampun Bus III langsung kena centang oleh sosok bus warna merah. Ternyata adalah Guntung Harta, tapi entah trayek mana. Di dapan terlihat GH merah sedang duel dengan ventura yang memang ngejos dari awal.

23.15 rombongan break di Pom Asembagus Situbondo,

DSC02022

bus III dan CP

DSC02021

bus II dan bus I lagi nyolar

Selesai nyolar rombongan masuk aspal panas lagi, tapi badan cukup lelah akhirnya istirahat. Merem melek, di daerah TN Baluran rombongan sempat di blong oleh Zentrum, Madu Kismo dan duel dengan Titian Mas hingga sampai di Pelabuhan Ketapang sekitar jam 00.45.

(bersambung…)

GambarAssalamualikum..

Alhamdulillah akhirnya bisa menepati janji untuk turut hadir dalam kegiatan Baksos kali ini. Terima kasih untuk rekan-rekan dari jatimotoblog yang memperkenankan saya untuk turut serta dalam kegiatan ini. <skip saja menuju tikumnya>

Gambar

Momen ini adalah pengalaman pertama saya bertemu dengan bloger dan komentator di wilayah Jawa Timur (intinya baksos sekalian kopdar πŸ˜€ ). Berangkat dari penginapan di daerah Arjosari sekitar pukul 09.00 beberapa kali motor saya mengalami trouble (ternyata ada soket yang oblak) beruntung bisa segera diatasi, alhamdulillah.. Perjalanan diteruskan menuju Bululawang, di tengah perjalanan rombongan mampir sebentar di minimarket, disini telah menunggu kang TR (kasihan sudah menunggu lama). Perjalanan dilanjutkan langsung ke Bululawang untuk membeli paket sembako yang nantinya akan di sumbangkan ke lokasi Panti Asuhan.

Gambar

Selesai membeli sembako dan droping ke lokasi, kami lanjutkan ke Turen untuk wisata religi :mrgreen:, tapi sebelumnya isi perut dan sholat terlebih dahulu πŸ™‚

Selesai dari Turen, kita kembali ke lokasi untuk bertemu langsung dengan pengurus Panti Asuhan untuk menyerahkan sumbangan dari rekan semua. Alhamdulillah, agenda hari ini selesai dengan lancar.

Injeksi

Posted: 27 April 2013 in Me
Tags: , ,

Assalamualaikum..

Kuno kalo saat ini nggak pake injeksi.. Haha bagitulah kendaraan saat ini diciptakan, semua berlomba untuk menggantikan sistem pembakaran dari karburator ke injeksi. Tetapi tetap saja kendaraan menggunakan BBM dan jumlah peredarannya tiap tahun semakin bertambah.

Sebenarnya teknologi Injeksi sudah lama ada, bahkan sebelum kendaraan dengan BBM digunakan. Mosook? lho ndak percaya, nih saya beri buktinya lanjutnya…

Kopdar KHWI Chapter Malang

Posted: 20 April 2013 in ::: Otomotif, Me

Assalamualaikum..

Berawal dari facebook (gukan liriknya Gigi) di Group KHWI, Sabtu malam tanggal 20 April 2013 member area Malang Raya sepakat untuk kopdar. Bertempat di rumah pak Tantowi, beberapa member turut bergabung dalam acara sederhana tersebut, ada kang Dwi Lambang, Kang Adib F Rahmat, Kang Candra dan boncenger serta saya sendiri (yang datang dengan si Supra 125 πŸ˜† )

Berikut beberapa penampakan ketika kopdar, monggo dinikmati :

200420131157

200420131147

200420131148

200420131149

200420131150

200420131151

200420131152

200420131153

200420131154

200420131155

200420131156

Tidak lupa, pada akhir acara kopdar disempatkan untuk melabeli tunggangan masing masing dengan “stempel” dibuntut masing-masing

Terima kasih.

Assalamualaikum..

Yup, setelah sebelumnya menulis artikel keselamatan berkendara yang ada di sebuah perusahaan elektronik dari korea disini, kali ini saya ingin berbagi tentang kegiatan yang sama tetapi di lingkungan tempat saya bekerja. Selanjutnya biarkan foto yang berbicara, oke? :mrgreen:

Gambar

Terima kasih..

Assalamu’alaykum…

Ahad kemarin, warga disekitar tempat tinggal mengadakan acara jalan-jalan ke Tulungagung. Yup tepat setelah saya membeli pancing kemarin. Acara kali ini sebenarnya adalah buntut dari obrolan ketika selesai kerja bakti hampir sebulan sebelumnya. Agar semua merasakan, maka diputuskan mengajak keluarga πŸ˜€

Sebelum berangkat, kami berkumpul di UIN Maliki Malang, karena memang kami menggunakan bus UIN sebagai alat transportnya. Hemm sip, mendapat bus baru MB 1526, New Travego (walau bukan HD) dan tanpa air suspension kali ini.

Gambar

tampak samping

Β 

Gambar

Perjalalanan kali ini direncanakan berangkat jam 06.30 harus tertunda hingga jam 07.30 dikarenakan alasan yang lazim, jam karet, enten-entenan dll. Jalur yang akan digunakan sama seperti trayek bus Malang – Tuluagung yang melewati Kepanjen, Karangkates, Wlingi, Blitar dan Tulungagung. Perjalanan kali ini relatif lama karena jalan yang dilalui relatif sempit untuk bus ukuran besar. Akhirnya setalah hampir 4 jam perjalanan rombongan sampai juga di Kawasan Waduk Wonorejo.

Gambar

Gambar

Tujuan pertama kali ini adalah PLTA, unit PJB Wonorejo (gambarnya nyusul ya). Di lokasi ini kami datang tepat waktu, dimana jam operasi PLTA ini jam 12.00 atau kurang 15 menit dengan kedatangan rombongan. Jadi skemanya kira2 seperti ini

Gambar

gambar copas dari : zainalabidinunisla.blogspot.com

Jadi kami disana sempat menyaksikan proses awal bergeraknya turbin dan genarator yang selanjutnya berubah menjadi tenaga listrik. Air yang menggerakkan turbin langsung dibuang ke sungai

Gambar

Selesai dari PLTA, kami menuju warung makan yang berada diatas waduk. <skip> saja karena acara makan sama saja, hanya tempatnya yang berbeda πŸ˜€

Berhubung belum menunaikan sholat dhuhur kami pindah ke Kantor Jasa Tirta I untuk menunaikan sholat disana. Selesai sholat kami berkesempatan mencoba menaiki boat berkeliling waduk gratis, mancing bebas (berhubung tidak membawa umpan saya cukup mengamati saja) xixixi..

Setelah acara di waduk, acara diganti untuk anak2 dengan berenang di Resort Wonorejo yang juga masih dalam satu kawasan Waduk. Bagi kami yang belum mempunyai momongan (mohon doanya agar segera punya momongan), kami lebih prefer untuk melihat yang lagi pada karaoke hihihi.. lucu-lucu

Gambar

Gambar

Gambar

Selesai acara renang dan karaoke, tepat jam 16.00 rombongan memutuskan pulang agar tidak kemalaman ketika sampai malang. Perjalanan pulang juga melalui jalur berangkat yang harus ditempuh 4.5 jam, dan tepat jam 20.45 rombongan sampai di UIN Maliki Malang. Hemm tak ketinggalan bonus perjalanan berupa 2 buah durian lokal hehe..

Beli Pancing di Sinar II Malang

Posted: 14 March 2013 in Me
Tags: ,

Assalamulayakum…

Sabtu (9 Maret) kemarin sebenarnya iseng main ke rumah teman yang menjadi master dalam hal dunia persilatan pempancingan. Pingin lihat amunisi yang sering dipakai buat mancing di sekitaran wilayah Malang.

Namanya juga amatir hihihi.. bingung lihat cara merakit pancing dengan model kerekan πŸ˜€ (kebiasaan dulu mancing pakai walesan bambu yang dibikin sendiri atau beli 2000-an, yang sekilas mirip stik para penggembala bebek). Penasaran juga cara merakit mata kail dengan senar, ternyata banyak perbedaan jika menggunakan pancing model kerekan dengan pancing model bebekan. Ada yang pangsung plug n play (macem modif saja), ada yang perlu merakit satu per satu.

Akhirnya pulang dari silaturahim diajak mampir oleh istri ke toko pancing buat beli beberapa senjata mancing xixixi.. (makasih bund) berhubung saya masih amatiran belinya gak usah yang mahal-mahal, cukup yang sesuai dengan bujet saja, dan mendekati aslinya xixixi…

090320131103 090320131101 090320131102

mancing mancing mancing… ayo mancing…